Gedung Jamiatul Mudzakirin Yarju Rohmatulloh

Gedung Jamiatul Mudzakirin Yarju Rohmatulloh
Pesanteren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah. Losari-Ploso-Jombang

PERSAUDARAAN CINTA TANAH AIR INDONESIA

PERSAUDARAAN CINTA TANAH AIR INDONESIA
MANUNGGAL KEIMANAN & KEMANUSIAAN

Kamis, 06 Januari 2011

LAKON MANUSIA

Kita pasti harus tahu, lakon kita ada tiga yaitu:
LAHIR, HIDUP dan MATI.
Walau seperti itu banyak yg belum sadar, seperti saya ini.
Tulisan ini untuk pengingat saya pribadi, jadi bukan bermaksud untuk menggurui pada
yang lain.
Saya tahunya diri saya hanya saat ini saja dan beberapa waktu yg lalu, disuruh mikirkan sebelum ada saya lalu saya mau kemana belum kelasnya.

Menurut Beliaunya Sang Maha Guru saya, kita itu tidak ada awalnya.
Saat kita lahir kita mulai ada awalnya. kemudian kita hidup.......
Setelah kita hidup sebentar, lalu......
kita didatangi SI MATI.
dan lakon ketiga itulah yang mengawali kita tidak ada akhirnya.
Disana kita akan memanen tanaman kita di dunia, bila kita tanam kebaikan tumbuhnya berlipat kebaikan.an bila kita menaburkan kejelekan, maka kita akan menerima kepahitan.


Perlu kita ketahui bersama bahwa sesungguhnya orang-orang musyrik yang Rasulullah diutus berdakwah kepada mereka, mengakui sifat-sifat Rububiyah Allah. Yaitu mereka mengakui bahwa Allah sebagai Pencipta alam semesta. Hal ini dapat dilihat pada firman Alloh Ta’ala yang artinya, “Dan sungguh jika engkau bertanya kepada mereka,’ Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ Niscaya mereka akan menjawab, ”Yang menciptakan semua itu adalah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (Az Zukhruf: 9). Alloh Ta’ala juga berfirman yang artinya, ”Dan sungguh jika engkau bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan mereka?’ Niscaya mereka akan menjawab, ‘Alloh’.” (Az Zukhruf: 87).

Mereka juga mengakui bahwa Alloh-lah Pemberi rizki seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini, Yang menguasai pendengaran dan penglihatan serta Alloh-lah Yang mematikan dan menghidupkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (Yunus: 31)

Minggu, 02 Januari 2011

BUSTAN TSAMROTUL QOLBIS SALIM ( BTQ )



Nomer:112/Kpts/YPS.pst/BTQ/III/2010
Itulah nomer SK BTQ di PandanKrajan Kemlagi Mojokerto yang diterbitkan oleh YPS Pusat Losari Ploso Jombang.
Walau dirasa kami awalnya tidak berterus terang bahwa BTQ itu miliknya Shiddiqiyyah, kepada masyarakat pandan sari pandan krajan Kemlagi tentang keberadaan BTQ, Kami mohon maaf.
Kususnya kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan pemerintah desa Pandan Sari-Pandan Krajan dan Warga Shiddiqiyyah pada umumnya. Dan kenyataannya semua sudah tahu kalau BTQ itu SHIDDIQIYYAH.
walau demikian kami yakin BTQ akan ada manfaatnya kepada para murid santrinya, sehingga kami berharap perbedaan BTQ dengan TPQ umum jangan dipertentangkan, sehingga menimbulkan perpecahan di masarakat.
Ciri pengajaran BTQ:
1.Belajar baca tulis Al qur'an dengan benar.
2.Belajar ilmu akhlaq (budi pekerti, tingkah laku dll).
3.Belajar tentang ilmu Cinta Tanah Air Indonesia.

Dari ciri tersebut kami memberikan selingan materi berupa; pemutaran film kartun kisah Nabi-nabi, film laskar pelangi, menyanyi lagu umam (bunga diri, berkata benar, ilmu yang bermanfaat) dan lagu perjuangan. Dimana selingan itu kami putarkan LCD secara bersama-sama.


Karena masih terbatas maka tempat belajar ditempatkan di Mushola Al Hidayah dan Gubuk Shiddiqiyyah Pandan Krajan. Gambar diatas ( Gubuk Shiddiqiyyah Pandan Krajan ) adalah tempat yang akan kami kembangkan untuk tempat BTQ. Mohon maaf dan terimakasih atas dukungannya, baik dari masyarakat Pandan Sari ataupun Warga Shiddiqiyyah maupun YPS dan ORSHIDnya.

Jumat, 31 Desember 2010

T a h u n b a r u y a n g l a m a

Detik berlari, menit jalan cepat, jam berjalan, hari berjalan lambat, minggu, bulan dan tahun juga tak ketinggalan. Akankah waktu itu bersamaku selalu.?


Nabi Nuh yang berusia seribu tahun lebih, menjawab bahwa "umurku tidak ada satu menitnya waktu bumi ini.!". Umur bumi yang bermilyar-milyar tahunlah yang dijadikan pembanding.
Sedangkan kita nanti di akherat akan melanjutkan pindah alam. Disana kita akan hidup lagi bermilyar-milyar tahun lagi, tanpa batas sampai kapan.
Saat di sini kita punya tahun dan usia di dunia, tapi nanti kita tidak punya batas umur.
Didunia ini kita punya kesempatan untuk berjuang dan beribadah, tapi.....
disana kita tak akan menemukan itu.
Tahun 1432 Hijriyyah, tahun 2011 Masehi hanyalah pengingat kita bahwa waktu itu terus berjalan. Jangan kalah
MARI KITA BERLOMBA DALAM KEBAIKAN.
Sesungguhnya bersaing dan berlumba-lumba untuk mendapatkan kebaikan dan melakukan amal soleh adalah diperintahkan. Karena itu, hendaknya setiap manusia di zaman ini meniru para pendahulu mereka untuk selalu berlumba-lumba guna mendapatkan kebaikan dan untuk beramal soleh. Alloh Ta’ala berfirman,

وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آَتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” (QS. Al-Maidah: 48).

Tahunnya saja yang baru, tapi kita masih pakai cara lama. tidak mau menggunakan cara baru dalam berlomba-lomba dalam kebaikan.

Selamat tahun baru, tahunnya saja yang selamat. Tapi kita tidak mau diajak selamat seperti petunjuk dari Sang pembuat pengatur waktu. R U G I

Kamis, 30 Desember 2010

Taman Buah Hati Yang Selamat

Dari mata turun kehati.
dalam hati terus tumbuh dan berbuah, namanya buah hati.
Sedang yang turun dari mata adalah rasa kasih sayang atau rohman rohiem,
Sumber kasih dan sayang adalah Alloh Ta'alla, dengan bahasa kita diistilahkan
C I N T A

Dalam berumah tangga tentunya seorang anak wajiblah dididik yang benar.
Sudah pasti itu....!
Tapi... ada seorang anak yang tidak menemukan keselamatan di akhir hidupnya.
si anak itu merugi dan tertipu oleh dunia dan penggoda hidup.
Mengapa.... bisa terjadi.?
Pendidikan itu jawabannya.
Anak yang dididik dengan:
1. Ilmu keTuhanan atau keimanan yang kuat. Bukan hanya diserahkan kesekolah melalui
guru agama saja, jangan percaya itu.! Waspada.
2. Ilmu akhlak budi pekerti luhur atau kemanusian yang sejati. Saat ini di abat
ini telah terbuka tabir dunia, semua serba maju (teknologi, komunikasi,
pengetahuan, transportasi, kesehatan dan ilmu)
Tapi ketahuilah dan sadarlah telah terjadi kemunduran yang hebat yaitu
KEMUNDURAN KEMANUSIAAN, rasa kemanusian mundur. Banyak manusia yang tidak bisa
menjaga martabatnya sebagai manusia, dan manusia itu kenyataannya lebih rendah
dari hayawan. (asusila, korupsi, penyiksaan dll)
3. Rasa cinta terhadap tanah air.
Ingat cinta tanah air bagian dari iman. Dan iman itu pokok pangkalnya agama.

Apabila seorang buah hati diberi tiga bekal pendidikan seperti diatas, niscaya dan yakin buah hati itu akan selamat, dan bila banyak buah hati yang selamat akan terbentuk
TAMAN BUAH HATI YANG SELAMAT.
“BUSTAN TSAMROTUL QOLBIS SALIM”

Sabtu, 25 Desember 2010

Kesanggupan dan Ketidak sanggupan yang harus dipilih

Shiddiqiyyah
Delapan) Kesanggupan Thoriqoh Shiddiqiyyah






1. Sanggup Taat Kepada Alloh Ta'ala, Bakti Kepada Allah Ta'ala.

"Yaa ayyuhalladzina ‘aamanu athiulloha wa athi’ur rosuula" ( QS.An Nisa’:59 ).
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, Taatlah kamu kepada ALLOH dan kepada ROSUL-ROSUL.

Taat Kepada Alloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ALLOH TA’ALA dan menjauhi yang dilarang oleh ALLOH TA’ALA.
Taat Kepada Rosululloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ROSULULLOH dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh ROSULULLOH.
Kesemua hal tersebut menurut kemampuan kita masing-masing.


2. Sanggup Taat Kepada Rosululloh, Bakti Kepada Rosululloh.

"Yaa ayyuhalladzina ‘aamanu athiulloha wa athi’ur rosuula" ( QS.An Nisa’:59 ).
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, Taatlah kamu kepada ALLOH dan kepada ROSUL-ROSUL.

Taat Kepada Alloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ALLOH TA’ALA dan menjauhi yang dilarang oleh ALLOH TA’ALA.
Taat Kepada Rosululloh : Melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh ROSULULLOH dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh ROSULULLOH.
Kesemua hal tersebut menurut kemampuan kita masing-masing.


3. Sanggup Taat Bakti Kepada Orang Tua ( Ibu – Bapak ).

Alloh berfirman : "Anisykurli Waliwaalidaika Ilayal Masyir " (QS: Luqman :14).
Artinya :
Hendaklah beryukur kepada KU dan kepada dua orang IBU-BAPAKMU, hanya kepada KU lah kembalimu.

a. Kita wajib bersyukur kepada ALLOH TA’ALA karena ALLOH TA’ALA yang menciptakan wujud kita, yang menciptakan orang-orang tua kita, yang menciptakan alam yang menjadi kebutuhan-kebutuhan hidup kita, yang menciptakan petunjuk-petunjuk untuk jalan keselamatan hidup kita di dunia sampai akhirat. Oleh sebab itu wajib kita bersyukur.

b. Dan wajib syukur kepada orang tua kita terutama kepada Ibu kita, terutama kepada Ibu kita, terutama kepada Ibu kita. Karena orang tua kita itulah yang dijadikan jalan oleh ALLOH TA’ALA, kita wujud di dunia ini.

INGATLAH KESUSAHAN IBU KITA :

• Susah payah waktu mengandung kita selama 9 bulan 10 hari.
• Susah payah waktu melahirkan kita.
• Susah payah menjaga diri kita setelah kita lahir sampai dewasa.

Oleh sebab itu, Wajib syukur kepada orangtua kita meskipun orang tua kita bersifat kufur, dholim, musyrik, apalagi mukmin.
Kita wajib membenci sifat kufur, dholim, syirik akan tetapi janganlah membenci kepada orang yang memiliki sifat-sifat tersebut.
SYUKUR kepada orang tua kita, merupakan bakti kita kepada orang tua :

• Hendaklah menjaga sopan santun perkataan,tingkah laku kepada orang tua.
• Janganlah berkata keras, janganlah berkata tidak sopan.
• Cintailah orang tua.
• Bantulah orang tua dengan pikiran,jiwa,tenaga,harta benda.
• Ikutilah perintahnya,asal tidak bertentangan dengan perintah ALLAH.
• Bila kita diperintah syirik,janganlah diikuti. Akan tetapi wajiblah bersikap baik kepada orang tua.
• Ingatlah !
Syukur kepada orang tua itu perintah ALLAH. Apabila kita tidak bersyukur kepada orang tua, artinya kita menentang perintah ALLAH.
• Apabila orang tua kita telah meninggal, doakan ruhnya. Mudah-mudahan mendapatkan rahmat ALLAH.
Peliharalah makamnya baik-baik.



4. Sanggup Bakti Kepada Sesama Manusia.

Alloh Berfirman :
"WA AHSIN KAMAA AHSANALLOHU ILAIKA WALA TABGHIL FASADA FIL ARDLI INNALLOHA LAA YUHIBBUL MUHSIDIEN" (Al Qoshosh :17)
Berbuat baiklah kamu sebagaimana ALLAH telah berbuat baik kepadamu dan janganlah membuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya ALLAH TA'ALA tidak suka kepada orang yang berbuat kerusakan.

QOLA ROSULULLOHI SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM : " MAN LAM YASYKURINNAASA LAM YASYKURILLAH." (An Abi Sa’iid rowahu Ahmad, wa Turmudzi –Jamius Shoghir / mim/ 314). Artinya :
Bersabda Rosululloh SAW : Barang siapa yang tidak syukur kepada manusia, berarti tidak syukur kepada ALLAH. Bakti kepada manusia itulah syukur kepada manusia.

Ingatlah kita setiap hari menerima kebaikan dari masyarakat. Oleh Karena Itu:
Berbuat baiklah kepada masyarakat dengan perkataan, pikiran, hati dan harta benda.
Ingatlah kita hidup bersama-sama masyarakat.
Sadarlah bahwa kebutuhan hidup kita dalam setiap harinya dipenuhi oleh masyarakat.



5. Sanggup Bakti Kepada Negara Republik Indonesia (Untuk warga negara Indonesia).

Pada tanggal 18 Agustus 1945, telah berdiri Negara Republik Indonesia yang berdasarkan :
• Pancasila
• Undang-Undang Dasar 1945

Tujuan Negara Republik Indonesia didirikan oleh bangsa Indonesia:
• Untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
• Untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.
• Untuk memajukan kesejahteraan umum.
• Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
• Untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan: Kemerdekaan, Perdamaian abadi dan Keadilan sosial.

Bagaimanakah jadinya kalau kita tidak memiliki negara, pastilah tidak ada yang melindungi bangsa, tak ada yang melindungi tanah air, tak ada yang memajukan kesejahteraan umum, tak ada yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan tidak mungkin dapat ikut menertibkan dunia. Oleh sebab itu : Wajib Bakti kepada Negara kita.

Haruslah melaksanakan apa-apa yang telah ditentukan oleh negara. BAKTI KEPADA NEGARA , itulah syukur kita sebagai warga negara.
Alloh berfirman:
"WASYKURULLOH BALDATUN THOYYIBATUN WAROBBUN GHOFUUR" (QS.As Saba’:15)
Artinya : Hendaklah kamu beryukur kepada Nya (ALLOH), Negara baik dan Alloh Dzat yang Maha Pengampun.
SYUKUR kepada ALLOH TA’ALA yang dihubungkan dengan Negara adalah SYUKUR sebagai warga negara setelah SYUKUR sebagai manusia.


6. Sanggup Cinta Tanah Air Indonesia (Untuk warga negara Indonesia).

• TANAH AIR adalah tempat yang menerima kedatangan kita.
• Diri kita tersusun dari unsur Tanah dan Air.
• Tanahnya kita tempati dan Air-nya kita minum. Udaranya kita hirup, hasil buah-buahannya kita makan.

OLEH SEBAB itu : Kita haruslah cinta kepada Tanah Air.
Cinta Kepada Tanah Air adalah sebagian daripada iman.
Iman adalah pokok pangkal Agama.
Qola Rusululloh SAW : "HUBBUL WATHON MINAL IMAN"
Artinya: Sabda Rosululloh SAW : Cinta Tanah Air itu bagian dari Iman.

CINTA TANAH AIR, realisasinya adalah :
• Kita bangun sebaik-baiknya.
• Untuk Kebaikan bersama.
• Kita membelanya.


7. Sanggup Mengamalkan Thoriqoh Shiddqiiyyah.

QOLA ROSULULLOH SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM : " MAN’AMILA BIMAA’ALIMA WAROTSAHULLOHU ILMA MAALAM YA’LAM" (Rowahu abu Na’im fil Hilliyatil Auliya’i.).
Artinya : Barang siapa mengamalkan suatu yang telah diketahui, ALLOH mewariskan sesuatu yang belum diketahui.

1. THORIQOH merupakan ILMU.
2. Apabila diamalkan akan berkembang baik.
3. Tanpa diamalkan tidak akan berbuah kebaikan.
4. Oleh sebab itu amalkanlah sebaik-baiknya.


8. Sanggup Menghargai Waktu

• Waktu kita itulah umur kita.
• Umur kita itulah pokok modal kita.
• Tiap-tiap nafas yang keluar dari kita adalah merupkan berlian-berlian ma’nawi.
• Janganlah berlian-berlian tersebut, kita buang percuma puluhan ribu tiap hari.
• Pergunakanlah modal berlian umur itu untuk perniagaan :
(1). AAMANU
(2). ‘AMILUSH SHOLIHAATI.
(3). TAWAASHOW BILHAQQI
(4). TAWAASHOW BISH SHOBRI.


(Diambil dari buku 8 kesanggupan menjadi warga thoriqoh Shiddiqiyyah susunan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah: Kyai Moch Muhtar Mu’thi)










© 2005 - 2010 Shiddiqiyyah.org

Rabu, 24 November 2010

LAMBANG NEGARA INDONESIA




Atas Berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa

Kita sebagai bangsa Indonesia tentu sering melihat dan sangat mengenal gambar di samping ini. Namun apakah kita benar-benar mengenal gambar tersebut? Jika ditanya itu gambar apa, tentu kita bisa menjawabnya. Namun apakah kita bisa menjawab dengan benar apa nama gambar itu? Siapa perancang gambar itu? Bisakah anda menjelaskan secara detail lambang-lambang yang terkandung di dalamnya? Marilah kita mulai satu per satu.

Sekilas

Gambar di samping itu merupakan lambang negara Indonesia. Lambang negara berupa seekor Burung Garuda berwarna emas yang berkalungkan perisai yang di dalamnya bergambar simbol-simbol Pancasila, dan mencengkeram seutas pita putih yang bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA”. Sesuai dengan desainnya, lambang tersebut bernama resmi Garuda Pancasila. Garuda merupakan nama burung itu sendiri, sedangkan Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang disimbolkan dalam gambar-gambar di dalam perisai yang dikalungkan itu. Nama resmi Garuda Pancasila yang tercantum dalam Pasal 36A, UUD 1945.

Sejarah

Perancangan lambang negara dimulai pada Desember 1949, beberapa hari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Belanda. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1950, dibentuklah Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan lambang negara. Dari berbagai usul lambang negara yang diajukan ke panitia tersebut, rancangan karya Sultan Hamid II lah yang diterima. Sultan Hamid II (1913–1978) yang bernama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie merupakan sultan dari Kesultanan Pontianak, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Kalimantan Barat dan juga Menteri Negara Zonder Portofolio pada era Republik Indonesia Serikat.

Setelah disetujui, rancangan itupun disempurnakan sedikit demi sedikit atas usul Presiden Soekarno dan masukan berbagai organisasi lainnya, dan akhirnya pada bulan Maret 1950, jadilah lambang negara seperti yang kita kenal sekarang. Rancangan final lambang negara itupun akhirnya secara resmi diperkenalkan ke masyarakat dan mulai digunakan pada tanggal 17 Agustus 1950 dan disahkan penggunaannya pada 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sukiman Wirjosandjojo melalui PP 66/1951, dan kemudian tata cara penggunaannya diatur melalui PP 43/1958.

Meskipun telah disahkan penggunaannya sejak tahun 1951, tidak ada nama resmi untuk lambang negara itu, sehingga muncul berbagai sebutan untuk lambang negara itu, seperti Garuda Pancasila, Burung Garuda, Lambang Garuda, Lambang Negara, atau hanya sekedar Garuda. Nama Garuda Pancasila baru disahkan secara resmi sebagai nama resmi lambang negara pada tanggal 18 Agustus 2000 oleh MPR melalui amandemen kedua UUD 1945.

Makna dan Arti Lambang

Garuda Pancasila terdiri atas tiga komponen utama, yakni Burung Garuda, perisai, dan pita putih.

Burung Garuda

Burung Garuda merupakan burung mistis yang berasal dari Mitologi Hindu yang berasal dari India dan berkembang di wilayah Indonesia sejak abad ke-6. Burung Garuda itu sendiri melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada burung garuda itu melambangkan kemegahan atau kejayaan.

Pada burung garuda itu, jumlah bulu pada setiap sayap berjumlah 17, kemudian bulu ekor berjumlah 8, bulu pada pangkal ekor atau di bawah perisai 19, dan bulu leher berjumlah 45. Jumlah-jumlah bulu tersebut jika digabungkan menjadi 17-8-1945, merupakan tanggal di mana kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Perisai

Perisai yang dikalungkan melambangkan pertahanan Indonesia. Pada perisai itu mengandung lima buah simbol yang masing-masing simbol melambangkan sila-sila dari dasar negara Pancasila.

Pada bagian tengah terdapat simbol bintang bersudut lima yang melambangkan sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Lambang bintang dimaksudkan sebagai sebuah cahaya, seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Sedangkan latar berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli, yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia, tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.

Di bagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait pun melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai.

Di bagian kanan atas terdapat gambar pohon beringin yang melambangkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Pohon beringin digunakan karena pohon beringin merupakan pohon yang besar di mana banyak orang bisa berteduh di bawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia bisa “berteduh” di bawah naungan negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, namun tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

Kemudian, di sebelah kiri atas terdapat gambar kepala banteng yang melambangkan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Lambang banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu.

Dan di sebelah kiri bawah terdapat padi dan kapas yang melambangkan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran yang merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini.

Pada perisai itu terdapat garis hitam tebal yang melintang di tengah-tengah perisai. Garis itu melambangkan garis khatulistiwa yang melintang melewati wilayah Indonesia.

Warna merah dan putih yang menjadi latar pada perisai itu merupakan warna nasional Indonesia, yang juga merupakan warna pada bendera negara Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian.

Pita dan Semboyan Negara

Pada bagian bawah Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkeram, yang bertuliskan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” yang ditulis dengan huruf latin, yang merupakan semboyan negara Indonesia. Perkataan bhinneka tunggal ika merupakan kata dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Perkataan itu diambil dari Kakimpoi Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.

Semoga bisa nambah wawasan kita tentang negara tercinta kita ini …

SANG MAHA GURU PESANTREN MAJMA'AL BAHRAIN SHIDDIQIYYAH






CARA MENCINTAI TANAH AIR

Tiap diri manusia itu terdiri dari 2 unsur, yaitu ada unsur yang asli penduduk dunia, yakni jasmani dan ada unsur pendatang dari alam ghoib (yang sebagai tamu), yakni rohani. Jadi yang asli sebagai penduduk dunia adalah jasmani, sedangkan ruhani hanyalah sebagai tamu saja. Karenanya tanah airnyapun berbeda-beda. Jasmani mempunyai tanah air sendiri dan ruhani juga mempunyai tanah air sendiri.

Dan oleh hadis Nabi, kita itu diperintahkan untuk mencintai tanah air.

QOOLA ROSUULULLOHI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAMA : HUBBUL WATHON MINAL IMAN.

Bersabda Rosululohi s.a.w : Cinta tanah air itu sebagian dari iman.

Oleh karena tanah air itu ada 2 macam, yakni tanah air ruhani dan tanah air jasmani, maka berarti kita juga diperintahkan untuk mencintai tanah air ruhani (tanah air yang abadi) dan juga tanah air jasmani (tanah air yang fana’).

Lalu bagaimana cara mencintai tanah air tersebut? Caranya adalah dengan memakmurkan-nya, yakni memakmurkan dengan amal-amal kebaikan, jangan membuat tanah air menjadi rusak.

Jadi untuk cinta tanah air itu tidak cukup hanya diucapkan saja, seperti mengucap “tanah air yang kucinta”, sebagaimana dalam lagu Indonesia raya. Tetapi juga harus dibuktikan, direalisasikan. Tanpa ada pembuktian atau perealisasian tidaklah ada gunanya.

Orang yang mengaku cinta tanah air, tapi dalam kehidupannya malah membuat kerusakan tanah airnya, yang demikian itu tidak bisa dikatakan cinta tanah air. Dan bila sudah tidak ada rasa cinta tanah airnya, maka bagaimanapun baiknya dan indahnya tanah air, pasti akan dirusak juga atau dibiarkan saja merana atau bahkan dijual.


TANAH AIR

Didalam Alqur-an telah diterangkan bahwa manusia itu diciptakan dari tanah dan air.
WALAQOD KHOLAQNAL INSAANA MIN THIIN

( Almukminun ayat 12 )

Dan sungguh-sungguh kami ciptakan manusia dari sulalah dari THIIN.

Sedangkan THIIN itu adalah satu kesatuan dari tanah dan air.

Dan bagi umat Islam sebenarnya sudah di didik untuk mencintai tanah air, yaitu diajarkan melalui ibadah wudlu. Bukankah setiap umat Islam ketika akan mengerjakan sholat diwajibkan untuk mengerjakan wudlu’ dengan air ?. Sedangkan bila tidak ada air, bukankah diperintahkan untuk bertayamum, yakni bersuci dengan tanah?.

Ini adalah salah satu pendidikan dari Islam, agar cinta tanah air, tidak mengajarkan merusak tanah air.

Dalam Islam juga diajarkan untuk berbuat baik pada tetangga, menghormati tamu dan bicara yang baik.

QOOLA ROSUULULLOHI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAMA.

MAN KAA-NA YU’MINU BILLAAHI WAL YAUMIL AKHIRI FAL YUKHSIN ILAA JAARIHI, WAMAN KAA-NA YU’MINU BILLAAHI WAL YAUMIL AKHIRI FAL RUK-RIM DLOIFAHU, WAMAN KAA-NA YU’MINU BILLAAHI WAL YAUMIL AKHIRI FAL YAQUL KHOIRON
Bersabda Rosulullohi s.a.w :

Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka berbuat baiklah pada tetanggamu dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah memulyakan tamunya dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka berkatalah yang baik kepada sesama manusia.

Yang disebut tetangga itu, bisa tetangga antar rumah, antar desa, antar kecamatan, antar kabupaten, antar propinsi, antar negara. Jadi perintah ini juga perintah lintas agama.

Dan dengan hadis ini tahulah kita bahwa :

Bila ada orang Islam yang tidak berbicara baik kepada sesama manusia, maka dinilai bukan sebagai orang yang beriman, begitu juga bila tidak berbuat baik pada tetangga dan tidak menghormati tamu, akan dinilai bukan sebagai mukmin.

Jadi diantara penentu nilai keimanan adalah kemanusiaan. Karenanya keimanan dan kemanusiaan tidaklah boleh lepas dari diri kita dan tidak boleh dipisahkan antara keduanya, sebab itulah rohnya Islam, jiwanya Islam.

Akhirnya,,,, mudah-mudahan kita semua bisa mengamalkan ajaran Islam dan mengamalkan apa yang ada didalam lambang negara dan pembukaan UUD 1945.